Abstract
ABSTRAK Teh hijau memiliki nama spesies Camellia sinensis (L.) Kuntze, family Theaceae dan Jati belanda (Guazuma ulmifolia Lam.) termasuk kedalam family sterculiaceae. Ekstrakse dengan metode maserasi termodifikasi microwave dengan pelarut air. Purifikasi ekstrak dengan menggunakan pelarut dengan tingkat kepolaran yang berbeda-beda dimulai dengan petroleum eter, kloroform, etil asetat dan metanol. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode peredaman radikal DPPH. Hasil penelitian dipeoleh rendamen ekstrak terpurifikasi ekstrak teh hijau 13,33 % dan jati belanda 46,66 %.Pengujian antioksidan menunjukkan nilai IC50 jati belanda yaitu 10,13 ppm, lebih besar dibandingkan teh hijau yaitu 31,13 %. Keywords: Antioxidant, Camellia sinensis (L.) Kuntze, Guazuma ulmifolia Lam. Purification I. PENDAHULUAN Indonesia memiliki keankeragaman flora yang sangat melimpah, yang bisa dijadikan sebagai sumber bahan baku obat tradisional. Penggunaannnya didasarkan pada pengalaman empiris yang diwariskan secara turun temurun. Salah satu tanaman asli Indonesia yang bisa dimanfaatkan dan sebagai sumber senyawa bioaktif diantara adalah daun jati belanda dan teh hijau. Daun jati belanda telah banyak dimanfaatkan baik secara empiris maupun berbasis penelitian. Secara umum daun daji belanda digunakan sebagai simplisia penurun berat badan, sehingga banyak digunakan untuk pasien penderita obesitas. Teh hijau merupakan tanaman yang sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari. Teh hijau telah banyak digunakan baik sebagai minuman penyegar dahaga maupun minimal herbal. Penggunaan daun jati belanda dan teh hijau secara kombinasi dapat memberikan efek yang sinergis. Pirfikasi ekstrak bertujuan untuk menghilangkan senyawa kimia tertentu pada ekstrak sehingga akan lebih efisien ketika dilakuakn pengujian antioksdan. II. METODE PENELITIAN A. Ekstraksi Masing-masing simplisia daun teh hijau dan jati belanda ditempatkan dalam bejana maserasi, selanjutnya dimasukkan dalam wadah meserasi dengan ditambahkan pelarut air sebanyak 30 L, kemudian di microwave selama 15 menit, dilakukan sebanyak 3 kali. Disaring, ekstrak cair dikumpilkan. Residu reekstraksi kembali hingga ektraksi sempurna selesai. Ekstrak cair di keringkan dengan menggunakan freez dry. Dilakukan hal yang sama untuk sampel daun jati belanda.
Cite
CITATION STYLE
Malik, Abd., Ahmad, A. R., & Najib, A. (2017). PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIOKIDAN EKSTRAK TERPURIFIKASI DAUN TEH HIJAU DAN JATI BELANDA. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 4(2), 238–240. https://doi.org/10.33096/jffi.v4i2.267
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.