Abstract
Advertising through brand identity is essential for improving the performance of educational institutions (schools) by fostering a strong image through unique, relevant messages tailored to the target audience. This study aims to analyse Telkom School’s brand identity using Kapferer’s Brand Identity Prism Model. The research explores how Telkom School constructs its brand identity through six key facets: physique, personality, culture, relationship, reflection, and self-image. The importance of this study lies in understanding how a strong brand identity can influence stakeholder perceptions and loyalty, particularly within the educational sector. Qualitative descriptive methods were employed, with data collected through interviews, observations, and document analysis from relevant sources. Data from interviews, observations, and documentation were then analysed interpretively using content and thematic analysis. The findings reveal that Telkom School effectively integrates its corporate values and educational mission into its brand identity, creating a distinctive image that resonates with students, parents, and the community. The study concludes that applying Kapferer’s model provides a comprehensive framework for developing and evaluating brand identity strategies. It can reference other educational institutions to strengthen its brand positioning.Periklanan melalui identitas merek menjadi sangat penting dalam meningkatkan kinerja lembaga pendidikan (sekolah) agar dapat membentuk citra yang baik dengan menggunakan pesan yang unik dan relevan yang disesuaikan dengan target audiensnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis identitas merek Telkom School dengan menggunakan Model Prisma Identitas Merek Kapferer. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Telkom School membangun identitas mereknya melalui enam aspek utama: fisik, kepribadian, budaya, hubungan, refleksi, dan citra diri. Pentingnya penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana identitas merek yang kuat dapat mempengaruhi persepsi dan loyalitas para pemangku kepentingan, khususnya dalam sektor pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen dari sumber-sumber yang relevan. Data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian dianalisis secara interpretatif berdasarkan pendekatan analisis isi dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Telkom School secara efektif mengintegrasikan nilai-nilai perusahaan dan misi pendidikan ke dalam identitas mereknya sehingga menciptakan citra khas yang beresonansi dengan siswa, orang tua, dan masyarakat. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan model Kapferer memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk mengembangkan dan mengevaluasi strategi identitas merek. Hal ini dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan lainnya, yang bertujuan untuk memperkuat posisi merek mereka
Cite
CITATION STYLE
Junaedi, R. A. (2024). Analysis of Telkom School’s Brand Identity Using Kapferer’s Prism Model. Journal of Computer Science and Visual Communication Design, 10(2), 215–233. https://doi.org/10.55732/p9dxmw82
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.