Abstract
Pada saat membuat permodelan bangunan dan perhitungan quantity, seringkali terjadi perubahan pada gambar yang mengakibatkan perubahan pula pada perhitungan quantity. Perhitungan quantity yang menggunakan metode konvensional masih menggunakan rumus luas atau volume untuk mendapatkan volume pekerjaannya. Volume pekerjaan yang dihitung menggunakan metode konvensional terkadang tidak akurat karena sering menggunakan asumsi dalam perhitungannya. Dalam hal tersebut, dibutuhkan perkembangan teknologi informasi yang saling berintegrasi antara permodelan dan perhitungan quantity. Building Information Modelling (BIM) adalah teknologi yang dapat memodelkan bangunan dan dapat memberikan informasi seperti quantity dari hasil permodelan bangunan tersebut. Metode BIM cukup akurat dalam perhitungan perencanaan dan diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada pada metode konvensional. Penelitian ini bertujuan membandingkan Bill of Quantity tulangan menggunakan metode konvensional dan metode BIM dimana penulis menggunakan metode analisis dengan bantuan Software Tekla Structures. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, persentase selisih Bill of Quantity menggunakan metode BIM memiliki rata-rata volume 1,95% lebih besar dibandingkan dengan metode konvensional. Selisih yang terjadi dikarenakan adanya kesalahan saat menginput data (human error) dan kurang akurat seperti tidak menghitung radius atau bengkokan pada tulangan.
Cite
CITATION STYLE
Putri Artanti, T., Ketut Sucita, I., & Yanuarini, E. (2022). PERBANDINGAN BOQ TULANGAN ANTARA METODE KONVENSIONAL DENGAN BIM APARTEMEN “X.” Jurnal Poli-Teknologi, 21(1), 28–35. https://doi.org/10.32722/pt.v21i1.4140
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.