POTENSI PRODUKSI GAS METANA DARI TANAH SAWAH TADAH HUJAN DI DAERAH PANTAI UTARA BAGIAN TIMUR JAWA TENGAH

  • Wihardjaka A
  • S Harsanti E
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Alternate soil conditions under rainfed lowland affects soil methanogenesis. The oxidative soil condition could reduce methane gas formation, however, methanogenic bacteria is active to form methane gas under reductive soil condition. The laboratory experiment was carried out using incubation method to study production potency of methane in several soils of rainfed lowland in Central Java. Production potency of methane from Grumusols, Mediteran, and Nitosols was higher than in Aluvial and Planosols. Average methane production from rainfed lowland soils of Grumusols, Mediteran, Nitosols, Planosols, dan Aluvial was 0.15-0.96, 0.08-0.75, 0.57, 0.12, and 0.05-0.17 mg CH 4 /g soil, respectively. The contents of P 2 O 5 , K 2 O, and SO 4 2-in soil and pH increased significantly methane production in rainfed rice soils, whereas soil iron content correlated negatively with CH 4 flux. Soil organic matter content tends increased methane production under rainfed lowland rice. ABSTRAK Di ekosistem sawah tadah hujan, kondisi tanah selalu mengalami perubahan dari aerobik menjadi anaerobik secara silih berganti yang berpengaruh terhadap aktivitas metanogenesis dalam tanah. Kondisi tanah oksidatif menghambat pembentukan gas metana, sebaliknya kondisi tanah reduktif menguntungkan bakteri metanogen dalam pembentukan gas metana. Percobaan dilakukan di laboratorium dengan metode inkubasi untuk mengkaji potensi produksi gas metana dari tanah sawah tadah hujan. Potensi produksi gas metana pada tanah Grumusol, Mediteran, dan Nitosol lebih tinggi dibandingkan tanah Aluvial dan Planosol. Produksi gas metana rata-rata pada tanah Grumusol, Med-iteran, Nitosol, Planosol, dan Aluvial masing-masing adalah 0,15-0,96; 0,08-0,75; 0,57; 0,12; dan 0,05-0,17 mg CH 4 /g tanah. Sifat-sifat tanah sawah tadah hujan yang berpengaruh nyata terhadap peningkatan produksi gas metana adalah pH, kandungan P 2 O 5 , K 2 O, dan SO 4 2-dalam tanah, sedangkan kandungan Fe dalam tanah berkorelasi negatif dengan fluks CH 4. Kandungan bahan organik dalam tanah cenderung meningkatkan produksi gas metana. Kata kunci : produksi metana, tanah sawah, sawah tadah hujan PENDAHULUAN Ketahanan pangan akhir-akhir ini dihadapkan pada kompleksnya permasalahan lingkungan, antara lain perubahan iklim dan alih fungsi lahan sawah beririgasi. Penciutan luasan sawah beririgasi sebagai andalan pemenuhan kebutuhan pangan nasional mendorong pemanfaatan lahan-lahan suboptimal antara lain sawah tadah hujan. Pemanfaatan sawah tadah hujan memberikan kontribusi dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan

Cite

CITATION STYLE

APA

Wihardjaka, A., & S Harsanti, E. (2011). POTENSI PRODUKSI GAS METANA DARI TANAH SAWAH TADAH HUJAN DI DAERAH PANTAI UTARA BAGIAN TIMUR JAWA TENGAH. Jurnal Ecolab, 5(2), 68–88. https://doi.org/10.20886/jklh.2011.5.2.68-88

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free