Abstract
Belakangan ini muncul gerakan-gerakan dari kelompok atau denominasi gereja tertentu yang menolak bahkan anti terhadap adat istiadat atau anti terhadap tradisi termasuk di dalamnya anti terhadap pemberian ulos. Seringkali argumentasi yang disampaikan atas penolakan ulos Batak itu irasional tanpa didasarkan pada pengetahuan yang baik dan mendalam terhadap tradisi tersebut. Oleh karena itu, tujuan dari penulisan artikel ini adalah sebagai bagian mencerdaskan kehidupan orang Batak dengan menyampaikan pandangan etika Kristen terhadap nilai-nilai kearifan lokal ulos Batak sehingga penolakan terhadap pemberian ulos sebagai identitas orang Batak tidak meluas. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode penelitian yang diterapkan adalah library research atau penelitian kepustakaan dan interview terhadap beberapa narasumber. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam pemberian ulos Batak dilihat dari perspektif etika Kristen tidak bertentangan bahkan justru selaras dengan firman Tuhan. Oleh karena itu, artikel ini bisa memberikan kontribusi penting untuk memberikan pemahaman bagi orang Batak dari berbagai denominasi gereja tentang nilai-nilai kearifan lokal dan pandangan Alkitab terhadap nilai-nilai tersebut.
Cite
CITATION STYLE
Sirait, H., Meriyana, & Rahayu, E. (2024). PAKAIAN ADAT: SUATU TINJAUAN ETIKA KRISTEN TERHADAP NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL ULOS BATAK. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 7(2), 196–210. https://doi.org/10.47457/phr.v7i2.533
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.