STAIN/IAIN Menuju UIN (Perspektif Pemikiran Pendidikan A. Malik Fadjar)

  • Tunru M
N/ACitations
Citations of this article
45Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

STAIN/IAIN dalam konteks kekinian tidak memadai lagi dalam merspon tantangan globalisasi dan modernisasi. Islam yang begitu universal dalam pengembangan nilai-nilai keilmuan dan dapat mencapai titik puncak bangunan peradaban sejarah pada abad klasik khususnya pada masa pemerintahan al-Makmun pada masa itu. Islam berbicara persoalan puasa misalnya, hal ini dapat dimaknai bahwa Islam harus kita kembangkan pada ilmu-ilmu seputar kesehatan. Fiqih dapat dikembangkan dengan nilai-nilai keilmuan yang bermuara pada hukum-hukum sosial termasuk Isra’ dan mi’raj dapat dikembangkan keilmuannya melalui sins dan teknologi, dan semacamnya. Dari informasi tersebut bahwa STAIN/IAIN suatu keharusan untuk menuju UIN dalam merespon tantangan globalisasi, otonomisasi dan modernisasi. UIN tidak mengenal fakultas agama yang ada adalah pengembangan kultur keilmuan yang bernuansa Islam yang rahmatan lil’alamin.Kata Kunci: Sejarah singkat, tantangan menuju UIN dan STAIN/IAIN Menuju UIN

Cite

CITATION STYLE

APA

Tunru, Muh. I. (2018). STAIN/IAIN Menuju UIN (Perspektif Pemikiran Pendidikan A. Malik Fadjar). Jurnal Ilmiah Iqra’, 3(1). https://doi.org/10.30984/jii.v3i1.547

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free