Abstract
Pembinaan moral sangat penting untuk dilaksanakan terutama oleh umat Islam. Dimana moral menjadi landasan, dasar maupun identitas yang dipandang oleh penganut lain dan menjadi ciri yang wajib untuk diamalkan oleh seluruh umat Islam. Allah memerintahkan dengan sangat jelas untuk bersikap, berakhlak dan berkepribadian sebagaimana Islam yang sebenarnya melalui Kitab Al-Qur’an. Salah satu surah yang membahas mengenai pembinaan moral yang lebih dikenal dengan istilah “akhlak” yaitu surah Luqman. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bentuk-bentuk pembinaan moral dalam tafsiran surah Luqman yang dipandang melalui pendekatan tafsir kontekstual oleh Abdullah Saeed. Metode penelitian yang digunakan ialah studi pustaka dengan menggunakan metode tafsir kontekstual, yang melihat penafsiran pada era Pra-Modern kemudian mengkomunikasikan dengan penafsiran pada era Modern. Pembinaan moral dalam surah Luqman ditinjau dalam konteks modern dapat dilaksanakan melalui tiga bentuk yaitu, penanaman akidah, pelaksanaan ibadah, dan perbaikan perilaku. Perbaikan akhlak pada anak-anak menjadi titik tekan dari tafsiran Pra-Modern dengan berfokus kepada sosok Luqman sebagai seorang tauladan sedangkan pada tafsiran Modern lebih menekankan kelanjutan tradisi penafsiran di masa lalu yang dikolaborasikan dengan berbagai macam ilmu pengetahuan yang masih sejalur. Kata kunci: Tafsir, pembinaan moral, surah Luqman, tafsir kontekstual, Abdullah Saeed
Cite
CITATION STYLE
Demy Danero, D. D. D. D. (2021). PEMBINAAN MORAL DALAM TAFSIRAN SURAH LUQMAN DENGAN PENDEKATAN TAFSIR KONTEKSTUAL ABDULLAH SAEED. AL-WAJID: JURNAL ILMU AL-QURAN DAN TAFSIR, 2(1). https://doi.org/10.30863/alwajid.v2i1.1665
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.