Abstract
Latar Belakang: Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia, dibandingkan sembilan bahan pokok selain beras dan kebutuhan pokok lainnya, termasuk minyak sayur. Minyak goreng yang digunakan terus-menerus disebut sebagai minyak jelantah dan kondisi minyak seperti ini akan berdampak pada kesehatan apabila digunakan secara berulang. Perlu adanya solusi untuk mengolah minyak goreng bekas menjadi produk lain yang lebih bermanfaat, salah satunya dengan mengolahnya menjadi pengharum ruangan. Tujuan: untuk membuat produk pengharum ruangan bernama “Luhara” yang berasal dari limbah minyak sayur yang mempunyai nilai jual ekonomis dan ramah lingkungan. Metode Penelitian: terdiri atas tahap persiapan, tahap produksi, tahap pengemasan, tahap pemasaran, tahap pengembangan usaha, dan tahap evaluasi. Hasil: terdiri atas konsep bisnis, analisis pasar, kekuatan produk, target luaran, dan analisis finansial terhadap produk pengharum ruangan “Luhara”. Kesimpulan: bahwa produk pengharum ruangan “Luhara” mempunyai ciri khas aroma rempah-rempah, bernilai ekonomis, dan ramah lingkungan sehingga dapat menjadi pilihan alternatif produk pengolahan limbah minyak sayur menjadi produk lain yang bermanfaat, salah satunya pengharum ruangan.
Cite
CITATION STYLE
Isnaeni, L., Pratomo, A., Al-Ihza, R., & Albarra, H. (2021). Analisis Bisnis Kewirausahaan Produk Pengharum Ruangan yang Berasal dari Limbah Minyak Sayur. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen Dan Akuntansi (JEBMA), 1(3), 201–211. https://doi.org/10.47709/jebma.v1i3.1127
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.