Menekan angka putus sekolah dan pernikahan dini

  • Sudarwati E
  • Kesuma B
  • Ariani
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
52Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Semenpinggir dan Bakalan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Berdasarkan hasil kajian pendahuluan ditemukan empat permasalahan mendasar yaitu (1) rendahnya kesejahteraan ekonomi masyarakat, (2) tingginya angka putus sekolah, (3) kenakalan remaja, (4) pernikahan dini. Mengacu pada permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya melalui program sinergi bertajuk Program MMD (Mahasiswa Membangun Desa) yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengaplikasikan metode PAR (Participatory Action Research) mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut dengan fokus pada tiga bidang yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Angka putus sekolah, kenakalan remaja, dan pernikahan anak usia dini di Desa Semen Pinggir dan Desa Bakalan Kabupaten Bojonegoro. Manfaat dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sejalan dengan rencana strategis pengembangan kegiatan pengabdian masyarakat di UB tahun 2021-2025 pada poin unggulan no 6 yaitu pelayanan sosial dasar (pendidikan dan kesehatan) dan lead point no 1 (kemasyarakatan), pemberdayaan ekonomi) dan SDGs no 3 dan 4. Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini terlihat dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan motivasi belajar, penurunan angka putus sekolah, penurunan angka kenakalan remaja dan pernikahan dini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sudarwati, E., Kesuma, B. A., Ariani, & Unsiah, F. (2023). Menekan angka putus sekolah dan pernikahan dini. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 6(3), 678–689. https://doi.org/10.33474/jipemas.v6i3.20501

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free