Kerupuk Klenteng Bojonegoro Dalam Perspektif Sejarah dan Gastronomi Budaya

  • M. Dwi Cahyono
  • Henri Nurcahyo
N/ACitations
Citations of this article
41Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kerupuk (kadang ditulis krupuk) adalah sejenis makanan ringan yang terbuat dari tepung tapioka dan dikonsumsi sebagai pelengkap makanan pokok berupa nasi atau lainnya.  Pada umumnya kerupuk bukanlah makanan yang dapat “berdiri sendiri” melainkan hanya sebagai pelengkap, sebagaimana juga rempeyek. Berbeda dengan keripik atau rambak, yang dapat dikonsumsi secara mandiri, meski sebetulnya rambak juga digolongkan sebagai jenis kerupuk. Bagi  penggemar kerupuk, makan nasi tanpa kerupuk rasanya seperti ada yang kurang dan tidak lengkap. Kerupuk telah meniti perjalanan yang sangat panjang, lintas waktu, lintas masa, maka ada kerupuk tertentu yang menjadi "benda warisan" dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Kerupuk merupakan produk budaya, maka benda warisan ini bisa dibilang sebagai "warisan budaya (heritage)". Kerupuk dalam konteks ini merupakan aset budaya yang dimiliki oleh negara atau lebih khusus lagi milik khas dari suatu daerah, yang diistilahi dengan "heritage lokal (daerah)'. Terbukalah kemungkinan ada suatu jenis kerupuk tertentu yang jadi ikon daerah, sebab ketenaran daerah itu justru karena kerupuk tertentu. Dalam hal ini Kerupuk Klenteng Bojonegoro (Kerupuk Bangjo) sudah menjadi salah satu ikon Kabupaten Bojonegoro lantaran memiliki kesejarahan yang panjang, (sejak tahun 1929) hingga dikelola oleh generasi keempat.

Cite

CITATION STYLE

APA

M. Dwi Cahyono, & Henri Nurcahyo. (2022). Kerupuk Klenteng Bojonegoro Dalam Perspektif Sejarah dan Gastronomi Budaya. Jurnal Budaya Nusantara, 5(2), 83–94. https://doi.org/10.36456/jbn.vol5.no2.5277

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free