Abstract
Permintaan produk organik semakin meningkat disebabkan oleh adanya perubahan pada pola atau gaya hidup konsumen. Kesadaran tentang bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam budidaya pertanian menjadikan pertanian organik atau pertanian berkelanjutan menarik perhatian dari konsumen dan produsen kopi organik. Pemerintah mendukung adanya tren produk organik dengan membentuk program 1.000 desa pertanian organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendapatan petani kopi organik dan konvensional. Penelitan ini dilakukan di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Jawa Barat yang dipilih secara sengaja dengan pertimbangan Desa Margamulya sebagai sentra produksi kopi Jawa Barat, dan salah satu desa yang terpilih menjadi salah desa organik dalam program 1.000 desa pertanian organik di Indonesia. Sampel yang digunakan berjumlah 56 responden yang terdiri atas 28 petani organik dan 28 petani konvensional yang diperoleh melalui rumus slovin dan diambil dengan teknik area sampling. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif komparatif. Data dianalisis dengan analisis perbandingan pendapatan menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan petani konvensional lebih tinggi dari petani organik. Hasil produksi petani kopi organik masih rendah karena masih baru menerapkan sistem budidaya organik, petani organik belum mendapatkan harga premium untuk produk kopi organiknya.
Cite
CITATION STYLE
Saroja, R. A.-Z., & Karyani, T. (2021). KOMPARASI PENDAPATAN PETANI KOPI ORGANIK DAN KONVENSIONAL (Suatu Kasus di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat). Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(1), 25. https://doi.org/10.25157/ma.v7i1.3822
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.