Anisometropia Pada Dewasa

  • Shifa Azzahra N
  • Himayani R
  • Ristyaning Ayu Sangging P
N/ACitations
Citations of this article
36Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Anisometropia merupakan kelainan pada mata ditandai dengan perbedaan sferis yang signifikan sebesar 1.00 D ataupun lebih. Biasanya penderita akan mengalami titik fokus yang tidak tunggal, penglihatan ganda (diplopia), dan aniseikonia berupa adanya perbedaan ukuran dan bentuk bayangan yang nantinya menyebabkan supresi mata dengan kekuatan refraksi lebih besar pada umumnya dan timbul efek ambliopia atau mata malas. Berdasarkan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB)  2014-2016, sebanyak 85% populasi dengan usia 50 tahun ke atas di Indonesia mengalami gangguan penglihatan. Prevalensi terjadinya Anisometropia dunia mengalami peningkatan yang sistematik mencapai 1% setiap tahunnya.1 Anisometropia  dapat diklasifikasikan berdasarkan etiologi maupun kekuatan refraksinya. Tatalaksana yang dapat dilakukan yaitu terapi oklusi dengan menggunakan patch dan melatih mata yang sakit sampai terapi refraktif seperti terapi pembedahan photorefractive keratectomy (PRK) dan laser in situ keratomileusis (LASIK).

Cite

CITATION STYLE

APA

Shifa Azzahra, N., Himayani, R., & Ristyaning Ayu Sangging, P. (2024). Anisometropia Pada Dewasa. Journal of Comprehensive Science (JCS), 3(2), 255–260. https://doi.org/10.59188/jcs.v3i2.609

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free