Abstract
Kehidupan sosial dan ekonomi nelayan di Pondok Besi Kota Bengkulu menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, termasuk fluktuasi pendapatan akibat perubahan iklim dan akses terbatas terhadap teknologi dan informasi. Dengan tingkat kemiskinan di Indonesia yang mencapai 9,57% pada September 2022, Bengkulu menjadi provinsi termiskin ketujuh di Indonesia, menunjukkan bahwa komunitas nelayan sangat rentan secara ekonomi. Penelitian ini menyoroti bagaimana modal sosial dapat meningkatkan keberlanjutan ekonomi nelayan di daerah ini. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan harian nelayan berkisar antara Rp150.000 hingga Rp700.000 dengan rata-rata bulanan sekitar Rp1.000.000, yang sangat dipengaruhi oleh perubahan musim. Modal sosial, yang tercermin dalam kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial yang luas, berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi nelayan serta membantu mereka mengatasi berbagai tantangan ekonomi. Oleh karena itu, penguatan modal sosial menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan ekonomi nelayan di Pondok Besi.
Cite
CITATION STYLE
Safas, P. N., Heriyanti, L., & Wijayanti, A. (2024). ANALISIS MODAL SOSIAL TERHADAP KEBERLANJUTAN KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN DI PONDOK BESI, KOTA BENGKULU. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA), 7(2), 37. https://doi.org/10.30829/jisa.v7i2.21251
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.