Abstract
Pemanfaatan lahan rawa lebak untuk tanaman sayuran merupakan pilihan yang strategis karena lahan rawa lebak mempunyai potensi dan prospek besar sebagai sumber pangan nasional untuk mengimbangi penciutan lahan produktif di pulau Jawa yang dialihfungsikan untuk pembangunan sektor non pertanian. Namun pemanfaatan lahan rawa lebak memerlukan teknik budidaya yang tepat seperti pemupukan spesifik lokasi termasuk pemberian kalium yang merupakan hara penting bagi bawang merah. Pemberian pupuk kalium yang cukup pada tanaman telah diketahui dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama penyakit, hasil panen (biji atau umbi), dan juga memperbaiki kualitas umbi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk KCL yang memberikan bobot umbi bawang merah paling tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2016 – Nopember 2016 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan dengan tipe lahan rawa lebak, menggunakan varietas Biru Lancor dan Rancangan Acak Kelompok dengan ulangan 8 kali. Parameter yang diamati meliputi persentase tanaman yang tumbuh, bobot basah per umbi, jumlah umbi, diameter umbi, dan produksi. Hasil menunjukkan penggunaan pupuk KCL dengan dosis 300 kg ha-1 di menghasilkan produksi dan bobot kering bawang merah paling tinggi.
Cite
CITATION STYLE
Yasin, M., Pramudyani, L., Noor, A., & Qomariah, R. (2020). KERAGAAN TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KCL DI LAHAN RAWA LEBAK. Jurnal Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 22(3), 275. https://doi.org/10.21082/jpptp.v22n3.2019.p291-300
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.