Abstract
Stimulasi dimaksudkan untuk melatih kemampuan bayi agar bayi dapat menguasai ketrampilan tertentu pada usia yang seharusnya. Cukup banyak kejadian keterlambatan perkembangan terjadi hanya karena kurangnya stimulasi. Banyak kemampuan sebenarnya telah dapat mulai dipelajari sejak dini). Pemberian stimulus seperti dengan mengajak anak untuk melakukan kegiatan bermain yang melibatkan gerak fisik motorik. Anak usia dini juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik-motorik mereka. Kegiatan bermain yang demikian disebut juga dengan kegiatan bermain fungsional, misalnya seperti gerakkan berlari, melompat, merangkak, memanjat, dan sebagainya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan stimulasi dan perkembangan anak usia 3-12 bulan di Desa Aek Haruaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan studi deskriptif korelasi yaitu suatu desain untuk menjelaskan hubungan antar variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 3-12 Bulan di Desa Pangirkiran Dolok yang berjumlah 71 anak, maka besar sampel 60,2972 dibulatkan menjadi 60 orang. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi square, p < 0,05, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik, p < 0,25. Hasil penelitian dengan analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan stimulasi motorik kasar 0,006 < α 0,05, stimulasi bahasa 0,019 < α 0,05, stimulasi sosialisasi 0,013
Cite
CITATION STYLE
Tamba, F. H. (2025). HUBUNGAN STIMULASI DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-12 BULAN DI DESA AEK HARUAYA KABUPATEN PADANG LAWAS TAHUN 2025. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 8(4), 8722–8728. https://doi.org/10.31004/jrpp.v8i4.51806
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.