Dampak Gangguan Tidur terhadap Status Gizi pada Remaja

  • Annisa F
  • Setiarini T
N/ACitations
Citations of this article
125Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Masalah kelebihan berat badan pada remaja semakin meningkat dari tahun ke tahun. Menurut Riskesdas tahun 2018, berat badan lebih dan obesitas pada remaja usia 13-15 tahun sebesar 16,0% dan pada remaja usia 16-18 tahun sebesar 13,5%. Kelebihan berat badan disebabkan oleh berbagai macam kondisi yang mempengaruhi, salah satunya adalah kualitas tidur pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gangguan tidur dengan status gizi pada remaja usia 12-15 tahun. Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan desain potong lintang pada 100 remaja berusia 12-15 tahun yang berada di Jakarta Selatan. Analisis korelasi gangguan tidur dan status gizi menggunakan uji Spearman sommers’d gamma.  Berdasarkan hasil penelitian terdapat 24 remaja (88,8%) dengan gangguan tidur yang mengalami gizi lebih, kemudian terdapat 9 remaja (90%) dengan gangguan tidur yang mengalami obesitas, dan terdapat 50 remaja (81,9%) dengan ganguan tidur dengan gizi baik. Tidak ada korelasi yang signifikan antara gangguan tidur dengan status gizi pada remaja (p=0,404). Pada penelitian ini gangguan tidur dapat terjadi pada remaja dengan status gizi apapun. Tingginya angka gizi lebih dan obesitas pada remaja menandakan bahwa diperlukan perhatian dan penelitian lebih lanjut terkait faktor lain yang mempengaruhinya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Annisa, F., & Setiarini, T. (2022). Dampak Gangguan Tidur terhadap Status Gizi pada Remaja. JKEP, 7(2), 191–200. https://doi.org/10.32668/jkep.v7i2.1030

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free