Abstract
ABSTRACTFeminism fights for two things that women in general have not been able to have, namely their equality with men and their right to determine what is good for them. In the novel “Cinta 2 Kodi”, this can be seen from one of the female characters, namely Kartika. The Kartika character in this novel is described as a brave and intelligent woman. Kartika as the main character has proven that people who can create success are not only men, women can also create success using their own methods. From this it can be seen that the existence of women during the colonial period was still there, not only fixated on men, but women at this time also played an important role in all matters. Women can be equal to men if they are willing to try. Postcolonial feminism can also be seen from the many problems regarding patriarchal culture that are even experienced by all the female characters in Asma Nadia's Cinta 2 Kodi novel. In this novel there is a woman's misery that can be seen through the characters Kartika and Aryani who both have a patient, gentle character and depict a strong woman who is able to resist oppression and take action to defend herself. Kartika's character was able to become a feminist figure who was patient and strong in going through the various difficulties she experienced at the time when her application with Farid had to be canceled due to the feud between her parents. This was what the women of the colonial period had to do to be patient and strong in dealing with problems.Keywords: Existence, Women, Postcolonial FeminismABSTRAKFeminisme memperjuangkan dua hal yang selama ini belum bisa dimiliki oleh kaum perempuan pada umumnya, yakni persamaan derajat mereka dengan laki-laki dan hak mereka untuk menentukan apa yang baik bagi dirinya. Dalam Novel “Cinta 2 Kodi” ini bisa dilihat dari salah satu tokoh perempuan, yakni Kartika. Tokoh Kartika dalam novel ini digambarkan sebagai perempuan pemberani dan perempuan cerdas. Kartika sebagai tokoh utama telah membuktikan bahwa orang yang bisa menciptakan kesuksesan itu bukan hanya dari laki-laki, perempuan juga bisa menciptakan kesuksesannya dengan menggunakan cara mereka sendiri. Dari sini dapat dilihat bahwa eksistensi perempuan pada masa kolonial masih ada, tidak hanya terpaku pada laki-laki saja, tetapi perempuan pada masa ini juga ikut berperan penting dalam semua hal. Perempuan dapat sejajar dengan laki-laki jika dirinya mau untuk berusaha. Feminisme postkolonial juga bisa dilihat dari banyaknya permasalahan tentang budaya patriarki yang bahkan dialami semua tokoh perempuan yang berada dalam novel Cinta 2 Kodi karya Asma Nadia ini. Dalam novel in terdapat kesengsaraan perempuan yang dapat dilihat melalui tokoh Kartika dan Aryani yang sama-sama memiliki sifat yang sabar, lemah lembut dan menggambarkan sosok perempuan yang kuat yang mampu melawan penindasan dan melakukan tindakan pembelaan terhadap dirinya sendiri. Tokoh Kartika mampu menjadi sosok feminis yang sabar dan kuat dalam melewati berbagai kesulitan yang dialami pada saat menjelang acara lamarannya dengan Farid yang harus batal dikarenakan perseteruan kedua orang tua. Hal itu yang harus dilakukan oleh perempuan masa koloni agar sabar dan kuat dalam menghadapi masalah.Kata Kunci: Eksistensi, Peempuan, Feminisme Postkolonial
Cite
CITATION STYLE
Ilmia, M. (2023). EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM NOVEL CINTA 2 KODI KARYA ASMA NADIA: KAJIN KRITIK SASTRA FEMINISME POSTKOLONIAL BERDASARKAN PERSPEKTIF ANIA LOOMBA. Jazirah: Jurnal Peradaban Dan Kebudayaan, 4(1), 49–57. https://doi.org/10.51190/jazirah.v4i1.102
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.