Abstract
Komoditas barang tambang nikel merupakan barang tambang yang sangat potensial. Hal ini ditunjukkan dengan 52 persen Cadangan nikel dunia berada di Indonesia dan pada tahun 2021 Indonesia menjadi produsen nikel terbesar di dunia. Namun, pengolahan nikel di Indonesia belum optimal melihat besarnya volume bijih nikel diekspor tanpa diolah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi, produksi, unit cost, nilai Revealed Comparative Advantages (RCA), dan Export Competitiveness Index (ECI) terhadap nilai ekspor nikel negara Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Error Correction Mechanism (ECM). Hasil analisis didapatkan bahwa secara parsial produksi bijih nikel, unit cost, dan RCA berpengaruh positif pada jangka panjang. Pada jangka pendek hanya RCA dan ECI yang berpengaruh positif terhadap nilai ekspor nikel. Terakhir, menurut nilai speed of adjustment, model jangka pendek akan dikoreksi sebesar 44,78 persen pada tahun pertama dan sisanya pada tahun-tahun selanjutnya.
Cite
CITATION STYLE
Rahman, F. F., & Pasaribu, E. (2024). Analisis Nilai Ekspor Nikel Kode HS 75 Tahun 2017-2023 Dengan Pendekatan Error Correction Mechanism (ECM). Seminar Nasional Official Statistics, 2024(1), 1119–1128. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2024i1.2283
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.