Berteologi di Era Post Truth dan Disrupsi: Tantangan Vs Peluang

  • Manaransyah S
N/ACitations
Citations of this article
70Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perubahan hendaknya tidak dipandang sebagai ancaman namun sebagai peluang untuk berinovasi, termasuk dalam berteologi dan praktek pelayanan Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauhmana doktrin Kristen dapat memberi warna tersendiri bagi dunia yang terus berkembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk melihat pengalaman di Era disrupsi tentang prilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain, secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Penulis menemukan dua hal yang bisa diefektifkan dari sekian banyak yang bisa dikembangkan seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin hari semakin berkembang dan berenovasi: pertama, pemuridan merupakan wadah melengkapi orang-orang Kristen untuk menjadi orang-orang Kristen yang kuat yang tangguh, di tengah ‘ancaman’ dunia yang semakin hari semakin jahat. Kedua, konseling merupakan pelayanan yang vital era sekarang ini, era disrupsi yang identik dengan kompetisi dan persaingan tidak sedikit manusia mengalami depresi yang membutuhkan pendampingan dan pertolongan agar dapat menemukan solusi, dan era disrupsi pelayanan konseling mendapat wadah yang luas, konseling bisa dilakukan kapanpun dimanapun sekalipun terpisah dengan jarak secara geografis.

Cite

CITATION STYLE

APA

Manaransyah, S. (2022). Berteologi di Era Post Truth dan Disrupsi: Tantangan Vs Peluang. Jurnal Teologi Injili, 2(1), 45–59. https://doi.org/10.55626/jti.v2i1.18

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free