KESENIAN SINTREN SEBAGAI KEARIFAN LOKALDITINJAU DARI METAFISIKA ANTON BAKKER

  • Aditama L
N/ACitations
Citations of this article
77Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kata "sintren" secara etimologis berasal dari dua suku kata, yang "si" dan "tren". Si memiliki arti "dia" dan tren itu sendiri adalah panggilan untuk sang putri. Seni ini adalah seni yang berasal dari pantai utara Jawa, khususnya Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Selain itu, Sintren banyak dipamerkan di pameran besar kesenian yang bercerita tentang seorang anak perempuan yang bertindak sebagai penari utama. Sintren sebagai bentuk seni pertunjukan rakyat di Utara pesisir Jawa Tengah dan Jawa Barat pernah menjadi seni hiburan yang sangat digemari oleh masyarakat antara tahun 1950 hingga 1963. Meta isika adalah disiplin ilsafat yang erfokus pada sautu objek - materi yang ada, atau dalam bahasa sederhana adalah sifat realitas. Sifat realitas tidak dapat dipisahkan dari alam, Sang Maha Benar (Allah) serta hamba-Nya (ciptaan-Nya). Pandangan manusia sebagai khalifah juga akan menentukan keberadaan makhluk lain, sampai akhirnya berkaitan dengan Yang Maha Kuasa, yaitu Allah

Cite

CITATION STYLE

APA

Aditama, L. D. (2017). KESENIAN SINTREN SEBAGAI KEARIFAN LOKALDITINJAU DARI METAFISIKA ANTON BAKKER. Jurnal Penelitian Humaniora, 21(1). https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.13106

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free