Kajian Lahan Terbangun pada Kawasan Rawan Bencana Longsor di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang

  • Yufahri M
  • WIdjajanti R
N/ACitations
Citations of this article
68Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan kondisi topografi yang bervariasi, dengan Kecamatan Tembalang merupakan kawasan perbukitan di wilayah selatan Kota Semarang yang memiliki kelerengan 0 sampai >40%. Pada tahun 2018, telah terjadi bencana longsor sebanyak 13 kejadian pada 7 kelurahan di Kecamatan Tembalang yang berdampak pada rumah warga disekitarnya. Adapun lahan terbangun di Kecamatan Tembalang terus bertambah dan berkembang pesat tiap tahunnya. Kajian mengenai lahan terbangun pada kawasan arawan bencana longsor perlu dilakukan untuk menemukenali persebaran dan luas lahan terbangun pada kawasan rawan longsor di Kecamatan Tembalang. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif melalui metode pembobotan (weighted/skoring) dan tumpang tindih (overlay) dengan alat bantu SIG (Sistem Informasi Geografis) serta metode deskriptif kuantitatif. Bedasarkan hasil penelitian, diperoleh 19% dan 3% luas wilayah Kecamatan Tembalang merupakan kawasan rawan longsor tinggi dan sangat tinggi. Serta ditemukan 22% dan 2% dari luas lahan terbangun di Kecamatan Tembalang menduduk kawasan rawan longsor tinggi (Z-4) dan sangat tinggi (Z-5). Berdasarkan Permen PU No 22 Tahun 2007, pemanfaatan lahan terbangun hanya diizinkan pada zonasi Z-1, Z-2, dan Z-3.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yufahri, M. O., & WIdjajanti, R. (2022). Kajian Lahan Terbangun pada Kawasan Rawan Bencana Longsor di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 11(3), 224–237. https://doi.org/10.14710/tpwk.2022.31334

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free