KEBANGKITAN CENDIKIAWAN MUSLIM DALAM PEMIKIRAN DAN PERPOLITIKAN INDONESIA

  • Bahrum S
N/ACitations
Citations of this article
43Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Kebangkitan cendikiawan muslim Indonesia diawali lahir sebuah perhimpunan intelektual muslim Indonesia. B.J. Habibie sebagai salah satu cendikiawan menamai perhimpunan ini dengan kata ‘cendikiawan’ dan juga memaknai kata ‘cendikiawan’ sebagai ‘setiap orang yang memiliki kepedulian terhadap penderitaan manusia dan memiliki rasa tanggung jawab untuk memperbaiki kehidupan sosial’. Dalam kebangkitan cendikiawan muslim dengan mengedepankan sasaran tunggal 5-K yakni: Kualitas iman dan takwa, Kualitas berpikir, Kualitas berkarya, Kualitas bekerja dan Kualitas hidup. Cendikiawan muslim dalam perpolitikan Indonesia sebagai ‘political-resource’ dengan melahirkan partai-partai dan bergabung dengan partai baik partai berlabel Islam maupun nasionalis. Pemikiran cendikiawan muslim dalam perpolitikan Indonesia sebagai intelegensi pengetahuan dengan melahirkan kebangkitan Islam kultural, islamisasi birokrasi serta penerapan nilai-nilai politik Islam dalam dinamika perpolitikan Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Bahrum, S. (2019). KEBANGKITAN CENDIKIAWAN MUSLIM DALAM PEMIKIRAN DAN PERPOLITIKAN INDONESIA. Politica: Jurnal Hukum Tata Negara Dan Politik Islam, 6(1), 48–71. https://doi.org/10.32505/politica.v6i1.2727

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free