Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol.xx No.xx Tahun 20xx

  • Istikomah I
  • Marjuki M
  • Suharma S
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Modal sosial saat ini banyak digunakan oleh para akademisi maupun praktisi sosial dalam berbagai kajian, khususnya sebagai alternatif bentuk modalitas lain seperti modal ekonomi, modal budaya, dan modal manusia. Maka tidak jarang jika modal sosial juga dikonversikan sebagai suatu aset yang dimiliki oleh kelompok organisasi, ataupun masyarakat. Pemanfaatan modal sosial dalam oraganisasi sangat berguna dalam menentukan arah gerak, struktur, dan budaya organisasi. Organisasi Bank Sampah Avatar, yang berlokasi di Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, dipilih sebagai organisasi kajian dalam pengembangan modal sosial melalui suatu model, Agile Social Capital Development Model. Agile Social Capital Development Model merupakan suatu model yang dikembangkan berupa penerapan empat nilai dan dua belas prinsip Agile di setiap aktivitas dan kegiatan organisasi. Model ini diadaptasi dari konsep Agile Manifesto yang biasa digunakan dalam dunia pengembangan perangkat lunak (software). Penerapan Agile Social Capital Development Model pada aktivitas organisasi diharapkan dapat membantu pengembangan modal sosial pada Bank Sampah Avatar menjadi organisasi yang lincah dan fleksibel disetiap kondisi, terutama dalam menangani kemiskinan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Istikomah, I. D., Marjuki, M., & Suharma, S. (2023). Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol.xx No.xx Tahun 20xx. Pekerjaan Sosial, 22(1). https://doi.org/10.31595/peksos.v22i1.612

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free