Fenomena Victim Blaming Pada Korban Kekerasan Seksual

  • Latra Wijayanti N
  • Suarya L
N/ACitations
Citations of this article
111Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perilaku victim blaming (menyalahkan korban) masih kerap ditemukan, khususnya pada individu yang menjadi korban dari kasus kekerasan seksual. Victim blaming yang diterima korban ini pun membuat korban menjadi enggan untuk melapor ataupun mengambil tindakan tegas, dikarenakan takut pada stigma yang dilontarkan oleh masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur jurnal yang dikumpulkan melalui beberapa database yaitu, Google Scholar, Neliti, dan juga Sage Journal. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian jurnal antara lain “victim blaming”, “kekerasan seksual”, dan “sexual abuse”. Jurnal yang telah didapatkan tersebut kemudian diseleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga didapatkan sepuluh jurnal yang akan dikaji. Berdasarkan kajian yang dilakukan, ditemukan faktor-faktor penyebab munculnya perilaku victim blamingyang dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu faktor dari dalam diri korban dan dari luar korban. Faktor dari dalam diri korban meliputi usia, gender, serta sikap yang diambil korban ketika mengalami kekerasan seksual. Faktor dari luar diri korban sendiri meliputi adanya budaya patriarki, pendidikan, media massa, pola pikir, lingkungan, dan mitos perkosaan (rape myths).

Cite

CITATION STYLE

APA

Latra Wijayanti, N. S. T. P., & Suarya, L. M. K. S. (2023). Fenomena Victim Blaming Pada Korban Kekerasan Seksual. Psychopolytan : Jurnal Psikologi, 7(1), 12–20. https://doi.org/10.36341/psi.v7i1.3072

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free