Diet Untuk Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD): Tantangan Orang Tua

  • Siron Y
  • Muslihah L
  • Sari N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
143Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Anak dengan gangguan Attention DeficitHyperactivity Disorder (ADHD) memiliki masalah pada pemusatan perhatian dan cenderung hiperaktif dalam berkegiatan, salah satu pemicu sikap hiperaktif anak ialah makanan. Makanan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan hiperaktivitas meningkat dan emosi tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan kesulitan orangtua dalam menuntun anak ADHD untuk berdiet serta solusi yang ditemukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, partisipant penelitian diambil menggunakan purposive sampling dengan melibatkan 4 orang tua yang memiliki anak dengan gangguan ADHD. Hasil penelitian menunjukan bahwa hal tersulit dalam menuntun anak untuk berdiet adalah kurangnya pemahaman dari lingkungan sekitar dan konsistensi dalam menjalankan program diet. Orang tua menerapkan program diet dengan memilih makanan yang tepat bagi anak ADHD. Beberapa kegagalan terjadi karena adanya sikap tidak tegas, lepas kontrol, serta mendapatkan informasi yang salah. Namun, kegagalan dapat diatasi dengan adanya komunikasi dan kekompakan dengan lingkungan, keluarga, dan pihak sekolah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Siron, Y., Muslihah, L., Sari, N., & Dina, A. E. S. (2021). Diet Untuk Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD): Tantangan Orang Tua. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 8(3), 161. https://doi.org/10.23887/paud.v8i3.25701

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free