Abstract
Produksi bioetanol berbasis karbohidrat yang menggunakan bahan baku berasal dari pati memerlukan proses pra pengolahan. Proses pra-pengolahan dan hidrolisis biji sorgum dari berbagai varietas sorgum belum banyak diteliti dalam konteks fermentasi sorgum menjadi bioetanol. Kurangnya penelitian ini telah menghambat kemajuan dalam mengoptimalkan produksi bioetanol karena pengaruh struktur genetik, komposisi kimia, dan sifat fisik biji, yang dapat menghambat biotransformasi pati. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi fermentasi yang optimal untuk memaksimalkan hasil bioetanol selain juga untuk menghasilkan produk samping berharga lainnya. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental, dan efisiensi proses dievaluasi berdasarkan parameter seperti Rasio Konsumsi Gula (SCR) dan Rasio Fermentasi (FR). Konsentrasi enzim glucoamylase diatur pada 0,2% relatif terhadap total padatan (TS). Ragam Saccharomyces cerevisiae strain Hakken I digunakan dengan konsentrasi 10% dari volume fermentasi. Nutrisi tambahan meliputi NPK (0,012%) dan Urea (0,072%). Proses liquifikasi dilakukan pada suhu antara 80-90°C selama satu jam, diikuti oleh proses sakarifikasi pada suhu antara 55-60°C selama dua jam. Fermentasi dilakukan pada suhu antara 28-32°C selama 60 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar gula total (TS) bahan baku berkisar antara 69% hingga 73% untuk beberapa varietas sorgum yang diuji. Varietas Sorghum Numbu memiliki nilai TS tertinggi sebesar 72,81%. Selain itu, efisiensi proses tertinggi dicapai dengan varietas sorgum Numbu, menghasilkan FR sebesar 86,69% dan SCR sebesar 87,39%.
Cite
CITATION STYLE
Supriyanti, A., Pramana, Y. S., Widiyanti, P. T., & Pudjianto, K. (2023). PRODUKSI BIOETANOL DARI BIJI SORGUM (Sorghum bicolor) MELALUI PROSES HIDROLISIS ENZIMATIS. Jurnal Agroindustri, 13(2), 121–131. https://doi.org/10.31186/jagroindustri.13.2.121-131
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.