Abstract
Peningkatan efisiensi dan selektivitas proses ekstraksi nikel menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat serta menekan biaya pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode ekstraksi nikel non-sulfida dan sulfidasi pada bijih nikel mentah. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan tungku listrik 5, 6, 7, dan 8 yang menggunakan teknologi Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tungku 5 dan 6 yang menerapkan metode non-sulfida menghasilkan feronikel dengan kadar rendah (low-grade ferronickel). Sementara itu, pada tungku 7 dan 8 yang ditambahkan sulfur (proses sulfidasi), berhasil terbentuk senyawa nikel sulfida (Ni₃S₂). Perbandingan ini mengindikasikan bahwa penambahan sulfur dalam proses ekstraksi dapat meningkatkan pembentukan senyawa nikel yang lebih spesifik. Namun, diperlukan evaluasi lebih lanjut terkait efisiensi serta dampak lingkungan dari kedua metode tersebut.
Cite
CITATION STYLE
Ismatulloh, M., Ardian, F., & Ricardo Ananda Putra, G. (2025). Perbandingan Ekstraksi Nikel Non-Sulfida dengan Teknik Sulfidasi dalam Upaya Peningkatan Ekstraksi Nikel pada Crude di PT X. Tech : Journal of Engineering Science, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.69836/tech.v1i1.316
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.