ANALISIS PERISTIWA TUTUR DALAM UPACARA ADAT SAUR MATUA ETNIS BATAK TOBA : KAJIAN SOSIOLINGUISTIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

  • Khoir A
  • Purba A
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini berjudul “Analisis Peristiwa Tutur dalam Upacara Adat Saur Matua Etnis Batak Toba ; Kajian Sosiolinguistik”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahap pelaksanaan upacara adat saur matua etnis Batak Toba, serta mendeskripsikan peristiwa tutur yang terdapat di dalam upacara adat saur matua etnis Batak Toba. Metode penelitian yang digunakan pada pembahasan ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teori sosiolinguistik yang dikemukakan oleh Dell Hymes (1972). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada peristiwa tutur dalam upacara adat saur matua Etnis Batak Toba adalah sebagai berikut : Tahap pertama Moppo, tahap ke-2 Mangonda-ondai dan panggalangon, tahap ke-3 Partuatni na saur matua. Data peristiwa tutur pada upacara adat saur matua etnis Batak Toba ini terdapat 67 data.Yang mana Setting and scene diadakan digedung wisma, dan dihalaman, pada saat acara moppo, mangonda-ondai dan acara partuatni na saur matua. Participants pada acara tersebut adalah pihak hulahula, suhut, panamboli, suhut na martinodohon, anak, pamimpin gareja, boru, pariban suhut, tulang rorobot, hulahula naposo, dan boru suhut, ale-ale, dan seluruh undangan yang ada ditempat acara. Ends pada acara ini adalah untuk menjawab pertanyaan yang di berikan pihak lawan tutur, untuk menjawab pernyatan dari lawan tutur, menghibur pihak yang berduka, memberi semangat, memberi berkat, meminta maaf, berterimakasih, mendoakan, dan mempersilahkan. Act sequence yang terdapat dalam kalimat pada acara ini adalah bentuk ujaran non formal, kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat seruan, kalimat pernyataan, kalimat pertanyaan, kalimat perinta. Key dalam acara saur matua Op.Louis Demak ini ada beberapa, yakni singkat, suara meninggi, suara merendah, suara netral, perasaan lega, sedih, senang, terharu, penuh harap, ekspresi bertanya, dan memohon. Instrumentalities dalam acara ini adalah bahasa lisan. Norm of interaction and interpretation  adalah sopan santun dan saling menghargai. Genre yang terdapat dalam acara ini adalah dialog, narasi, nyanyian, pepatah, pantun, nasihat, ayat, doa, dan permohonan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Khoir, A. L., & Purba, A. R. (2022). ANALISIS PERISTIWA TUTUR DALAM UPACARA ADAT SAUR MATUA ETNIS BATAK TOBA : KAJIAN SOSIOLINGUISTIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA. Kompetensi, 15(2), 187–193. https://doi.org/10.36277/kompetensi.v15i2.74

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free