Abstract
Modernisasi, digitalisasi, dan globalisasi secara perlahan mengikis budaya serta moral bangsa Indonesia, termasuk memudarnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila. Pesantren, dengan tradisi pendidikan yang kuat dan berakar pada nilai kebangsaan, berperan penting dalam menjaga serta menanamkan kembali nilai dasar negara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi dalam penanaman nilai-nilai Pancasila melalui kurikulum Qasidah di Pondok Pesantren Salafiyah Kapurejo Pagu Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi serta analisis teori konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai Pancasila direalisasikan melalui teks lirik Qasidah “Kita Anak Pelajar Salafiyah Indonesia”. Lirik tersebut memuat representasi seluruh sila Pancasila: sila pertama tercermin dalam penguatan nilai religius, toleransi, dan moderasi beragama; sila kedua melalui penanaman nilai kemanusiaan dan moralitas; sila ketiga melalui semangat cinta tanah air dan komitmen kebangsaan; sila keempat melalui penghormatan martabat manusia dalam kehidupan bernegara; dan sila kelima melalui penegakan keadilan yang menyeimbangkan hak serta kewajiban warga negara. Temuan ini menegaskan bahwa Qasidah bukan hanya sarana seni religius, tetapi juga strategi komunikasi efektif dalam pendidikan karakter dan internalisasi nilai Pancasila di lingkungan pesantren.
Cite
CITATION STYLE
Retpitasari, E., Muna, N., & Faqih, M. (2025). Strategi Komunikasi dalam Penanaman Nilai-Nilai Pancasila melalui Kurikulum Qasidah di Pondok Pesantren. Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi Dan Dakwah Islam, 10(2), 79–97. https://doi.org/10.31538/altsiq.v10i2.7417
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.