Abstract
Kurikulum merdeka belajar adalah upaya pemerintah dalam rangka memajukan pendidikan di Indonesia. Salah satu pendekatan dalam rangka mewujudkan merdeka belajar adalah dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah salah satu pendekatan yang bisa diimplementasikan oleh guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik sesuai dengan kesiapan, minat dan profil belajar peserta didik. Namun, pembelajaran berdiferensiasi masih jarang dilakukan karena kurangnya pemahaman guru dalam mendesain pembelajaran. Hal ini dikarenakan kurikulum ini merupakan kurikulum yang baru diterapkan serta belum semua satuan pendidikan menerapkan sepenuhnya. Tujuan penelitian ini untuk membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas berdasarkan kebutuhan dan menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi yaitu konten, proses, dan produk sehingga secara bersama-sama dapat mencapai tujuan pendidikan. Penelitian dilakukan di SMPN 240 Jakarta sejak Januari sampai Maret 2023 menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Adapun partisipan dalam penelitian ini adalah guru dan peserta didik. fokus penelitian adalah menjelaskan tahapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dengan materi Alkitab penuntun hidupku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberi dampak positif bagi peserta didik serta dapat membantu para guru untuk dapat memenuhi tugas dan tanggung jawabnya melalui tahapan-tahapan dalam mempersiapkan pemetaan awal dengan asesmen diagnostik, menyusun modul pembelajaran, dan melaksanakan pembelajaran.
Cite
CITATION STYLE
Marita, P. L. (2023). Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Shanan, 7(1), 159–174. https://doi.org/10.33541/shanan.v7i1.4665
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.