Membaca “Pojok” Koran

  • Sobur A
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sepanjang sejarahnya, pojok tampil sebagai pembawa kritik dengan gaya yang sinis tapi lucu. Iklim kebebasan pers yang bergulir, sejak era reformasi, menyebabkan semakin banyaknya pejabat atau tokoh yang menjadi sasaran “tembak”pojok surat kabar. Informasi yang berhasil didengar wartawan, tetapi belum muncul atau sulit diungkapkan dengan berita biasa, pada suatu ketika bisa muncul lewat pojok. Sejak kapan sebetulnya pojok itu muncul dalam surat kabar? Bagaimana dan apa sebab pojok lahir dalam pers Indonesia, tidaklah jelas. Namun yang pasti, pojok merupakan rubrik khas yang hanya dimiliki pers Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sobur, A. (2008). Membaca “Pojok” Koran. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9(1), 29–36. https://doi.org/10.29313/mediator.v9i1.1135

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free