Pengaruh Pelarut pada Polimerisasi Aricryl dan Aplikasinya dalam Pelapisan Kayu

  • Nasriyanti D
  • Zukhrufi Z
  • Fajarwati F
N/ACitations
Citations of this article
49Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Polimerisasi aricryl dibuat dengan tiga tahap sesuai skema polimerisasi adisi yaitu inisiasi, terminasi dan propagasi. Polimerisasi aricryl yang diproses yaitu batch G-0903, G-0915A, dan G-0915B. Perbedaan pada masing-masing batch adalah penggunaan pelarut untuk pengenceran. Pengenceran untuk resin batch G-0905 dilakukan dalam ≥63% n-butanol dan toluene. Pengenceran untuk resin batch G-0915A dilakukan dalam ≥63% n-butanol dan metanol. Pengenceran untuk resin batch G-0915B dilakukan dalam ≥63% toluene. Berdasarkan data pada pengaplikasian pelapis kayu, hasil terbaik yaitu pada batch G-0905 dengan nilai hardness 97, nilai gloss 97 dan drying time 0,05. Resin yang diperoleh memiliki spesifikasi total solid sebesar 59,66%, viskositas Z2-Z3, bilangan asam sebesar 0,45 mg KOH/g, warna kurang dari 1 dan resin yang dihasilkan jernih dan bersih.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nasriyanti, D., Zukhrufi, Z., & Fajarwati, F. I. (2020). Pengaruh Pelarut pada Polimerisasi Aricryl dan Aplikasinya dalam Pelapisan Kayu. INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH, 42–50. https://doi.org/10.20885/ijcr.vol5.iss2.art1

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free