Pengaruh penambahan kitosan pada media tumbuh Beauveria bassiana (Bals.) Vuill terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan virulensinya pada walang sangit (Leptocorisa acuta F.)

  • Yaqin M
  • Haryadi N
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perbanyakan cendawan Beauveria bassiana yang dilakukan beberapa kali pada media alami akan menyebabkan penurunan virulensi. Solusi untuk mengatasi penurunan pertumbuhan B. bassiana untuk mempertahankan virulensi cendawan B. bassiana, yaitu dengan penambahan kitosan pada media tumbuh dengan konsentrasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan kitosan pada beberapa konsentrasi terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan virulensi B. bassiana. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan, yaitu P0 (kontrol), P1 (kitosan 1 mg/ml), P2 (kitosan 2 mg/ml), P3 (kitosan 3 mg/ml), P4 (kitosan 4 mg/ml), dan P5 (kitosan 5 mg/ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan cendawan B. bassiana. Diameter koloni tertinggi terjadi pada perlakuan P1, yaitu 8,34 cm dan viabilitas konidia tertinggi juga terjadi pada perlakuan P1, yaitu 85,26%. Pengaruh penambahan kitosan pada perlakuan P1 menunjukkan virulensi tertinggi pada Leptocorisa acuta L. dengan mortalitas imago sebesar 90% selama 10 hari setelah inokulasi (HSI) dan mortalitas pada stadia nimfa sebesar 95% selama 7 HSI. Pengamatan mikosis tertinggi terjadi pada P1 dengan persentase mikosis imago 66,81% dengan lama waktu 2,37 hari dan persentase mikosis nimfa 73,61% dengan lama waktu 2,25 hari. Pengamatan mumifikasi tertinggi terjadi pada P1 dengan persentase mikosis imago 62,02% dengan lama waktu 4,05 hari dan persentase mikosis nimfa 67,56% dengan lama waktu 3,99 hari. Penambahan kitosan sebesar 1 mg/ml pada media pertumbuhan jamur berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan virulensi B. bassiana.Continuous propagation of the fungus Beauveria bassiana on artificial media will cause a decrease in its virulence. The solution offered as an alternative to maintain the virulence of the B. bassiana fungus is the addition of chitosan to the growing medium with the right concentration. This study aims to determine the effect of the addition of chitosan at several concentrations on growth, development and virulence of B. bassiana. This research was designed using a completely randomized design with 6 treatments and 4 replications. The treatments used are P0 (control), P1 (chitosan 1 mg/ml), P2 (chitosan 2 mg/ml), P3 (chitosan 3 mg/ml), P4 (chitosan 4 mg/ml), and P5 (chitosan 5 mg/ml). The results showed that chitosan affected the growth and development of B. bassiana fungi, as seen in parameters of colony diameter and conidia viability. The highest colony diameter occurred in the P1 treatment that was 8.34 cm and the highest conidia viability also occurred in the P1 treatment which was 85.26%. The effect of chitosan on B. bassiana virulence can be seen in the parameters of mortality, mycosis, and mummification. The addition of a chitosan concentration of 1 mg/ml in the fungal growth medium has a good effect on the growth and virulence of B. bassiana.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yaqin, M. A., & Haryadi, N. T. (2022). Pengaruh penambahan kitosan pada media tumbuh Beauveria bassiana (Bals.) Vuill terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan virulensinya pada walang sangit (Leptocorisa acuta F.). Jurnal Entomologi Indonesia, 19(3), 194. https://doi.org/10.5994/jei.19.3.194

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free