Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang mengkaji tentang peningkatan daya kritis siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kritis siswa melalui metode pembelajaran discovery learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I prosentase tuntas belajar siswa mencapai 68,42% dan pada siklus II meningkat mencapai 73,68% kemudian setelah dilakukan perbaiakan lagi pada siklus III meningkat lagi mencapai 78,95% dengan jumlah siswa kritis bertambah pada setiap siklusnya. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa metode pembelajaran discovery learning di satu sisi dapat meningkatkan daya kritis siswa, melatih mental siswa untuk tampil dimuka umum, menambah rasa percaya diri, berani menyampaikan pendapat, dapat mengkaji berbagai informasi dan menyusun tata bahasa untuk digunakan dalam membuat keputusan, serta memecahkan masalah. Namun, disisi lain juga memiliki kekurangan, yakni keterbatasan jam belajar, serta memerlukanm kemampuan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif baik dari guru maupun siswa.Disarankan bagi guru Pendidikan Kewarganegaraan untuk menerapkan metode pembelajaran discovery learning ini jika hendak membentuk kompetensi lulusan yang kritis, cakap berbicara dimuka umum, berani dan percaya diri, sehingga dapat mewujudkan kompetensi siswa sesuai yang diharapkan oleh Pendidikan Kewarganegaraan. Bagi sekolah diharapkan meningkatkan sarana dan prasarana belajar untuk menunjang proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
Cite
CITATION STYLE
Setiawan, N. (2023). Peningkatan Daya Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Siswa Kelas XI TKJ SMK Negeri 4 Pandeglang. Metakognisi Jurnal Kajian Pendidikan, 5(2), 102–114. https://doi.org/10.57121/meta.v5i2.79
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.