INSTITUSI POLITIK DI ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW

  • Kosim M
N/ACitations
Citations of this article
148Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan perjalanan panjang Nabi—di Mekah dan Madinah--dari perspektif politik. Selama di Mekah, Nabi banyak berperan sebagai kepala agama (Rasul Allah) yang mendapat mandat untuk menyebarkan Islam. Kepemimpinan po-litik belum bisa dicapai karena kerasnya penolakan kaum quraisy terhadap ajaran Islam dan figur Nabi. Sedangkan di Madinah di samping sebagai kepala agama, Nabi juga berperan sebagai kepala negara yang memimpin warga Madinah berdasar Konstitusi Madinah yang disepakati bersama. Keberhasilan Nabi menjadi kepala negara plus kepada agama di Madinah mencapai puncaknya setelah merebut kembali kota Mekah, fathu makkah, secara militer dan moral.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kosim, M. (2015). INSTITUSI POLITIK DI ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 2(1), 1–15. https://doi.org/10.19105/islamuna.v2i1.651

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free