Abstract
This study examines the role of the Tangerang City Government through the Regional Disaster Management Agency (BPBD) in dealing with floods that occurred in early 2020. The research method used is descriptive qualitative method, with data collection techniques namely observation and interviews. The results of this study indicate that the Tangerang City BPBD implemented a flood prevention and mitigation strategy through activities carried out four times a year. These activities take the form of disaster simulations, seminars, and training on how to deal with floods. Besides that, synergy between the City Government and the community is also needed, because community participation is also needed in suppressing the number of floods in the city of Tangerang.Penelitian ini mengkaji mengenai bagaimana peran Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menghadapi bencana banjir yang terjadi pada awal tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa BPBD Kota Tangerang melakukan strategi pencegahan dan penanggulangan bencana banjir melalui kegiatan yang dilakukan sebanyak empat kali dalam satu tahun. Kegiatan tersebut berbentuk simulasi bencana, seminar, dan pelatihan mengenai cara menghadapi bencana banjir. Selain itu dibutuhkan pula sinergitas antara Pemerintah Kota dan masyarakat, karena partisipasi masyarakat juga dibutuhkan dalam menekan angka bencana banjir di Kota Tangerang.
Cite
CITATION STYLE
Angrelia, C., Prihasta, R., Mubarok, A. C., & Utami, W. K. (2020). PERANAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG DALAM PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN BANJIR TAHUN 2020. Jurnal Agregasi : Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi, 8(1). https://doi.org/10.34010/agregasi.v8i1.3060
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.