A Community-Driven Approach to Urban Waste Management: Insights from the Kenanga Waste Bank, Bogor, Indonesia

  • Al Zahra P
  • Shohibuddin M
N/ACitations
Citations of this article
89Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Urban waste management remains a pressing challenge in Indonesia, with Bogor City being among the highest waste-producing areas. Community-based waste banks offer a promising solution by promoting waste reduction, recycling, and economic incentives. This study examines the effectiveness of the Kenanga Waste Bank, a leading community initiative in RW 1 (Rukun Warga, or neighborhood unit), Babakan Subdistrict, Bogor City. Using a mixed-methods approach, the research combines surveys of 35 waste bank members, in-depth interviews, and observations to assess managerial performance, community participation, and socio-environmental benefits. Data analysis employed Spearman rank correlation and chi-square tests to explore key relationships between participation levels, governance structures, and financial sustainability. The findings reveal strong operational and institutional management but highlight gaps in waste-sorting enforcement and participation in decision-making. While economic and environmental benefits are recognized, financial sustainability remains a concern due to fluctuations in the recyclable market. Strengthening participatory governance, diversifying revenue sources, and enforcing waste-sorting practices are critical for long-term success. This study offers practical recommendations for policymakers, waste bank operators, and community leaders to enhance participation, improve governance, and integrate waste banks into formal waste management systems. By addressing these key challenges, waste banks can serve as scalable models for sustainable urban waste management in Indonesia.Pengelolaan sampah perkotaan tetap menjadi tantangan mendesak di Indonesia, dengan Kota Bogor termasuk salah satu wilayah penghasil sampah tertinggi. Bank sampah berbasis komunitas menawarkan solusi yang menjanjikan dengan mendorong pengurangan sampah, daur ulang, dan insentif ekonomi. Studi ini mengkaji efektivitas Bank Sampah Kenanga, sebuah inisiatif komunitas terdepan yang berlokasi di RW 1 (Rukun Warga), Kelurahan Babakan, Kota Bogor. Dengan pendekatan metode campuran, penelitian ini menggabungkan survei terhadap 35 anggota bank sampah, wawancara mendalam, dan observasi untuk menilai kinerja manajerial, partisipasi komunitas, serta manfaat sosial dan lingkungan. Analisis data menggunakan korelasi peringkat Spearman dan uji chi-square untuk menelusuri hubungan antara tingkat partisipasi, struktur tata kelola, dan keberlanjutan finansial. Temuan menunjukkan bahwa manajemen operasional dan institusional cukup kuat, namun terdapat kelemahan dalam penegakan pemilahan sampah dan partisipasi dalam pengambilan keputusan. Meskipun manfaat ekonomi dan lingkungan diakui, keberlanjutan finansial tetap menjadi perhatian akibat fluktuasi pasar barang daur ulang. Penguatan tata kelola partisipatif, diversifikasi sumber pendapatan, dan penegakan praktik pemilahan sampah menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. Studi ini memberikan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan, pengelola bank sampah, dan pemimpin komunitas untuk meningkatkan partisipasi, memperbaiki tata kelola, dan mengintegrasikan bank sampah ke dalam sistem pengelolaan sampah formal. Dengan menjawab tantangan-tantangan utama ini, bank sampah dapat menjadi model yang dapat direplikasi untuk pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan di Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Al Zahra, P., & Shohibuddin, M. (2025). A Community-Driven Approach to Urban Waste Management: Insights from the Kenanga Waste Bank, Bogor, Indonesia. Society, 13(1), 306–327. https://doi.org/10.33019/society.v13i1.786

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free