PUISI BALI WINDU KARYA I GUSTI NGURAH RAI ANTARA [ANALISIS SEMIOTIKA]

  • I Gede Mardi Yasa
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kesusatraan merupakan salah satu dari kebudayaan Bali yang masih relevan didengar dan di laksanakan pada kehidupan saat ini. Karena dalam kesusatraan berisikan sebuah petuah serta hakekat kehidupan yang sudah selaknya untuk di lakukan pada era saat ini. Kesusatraan dapat dibagi menjadi dua yakni kesusastraan tradisional dan modern. Kedua kesusatraan ini sangat berkembang dengan pesat di era 4.0 seperti saat ini. Gengaman saat ini adalah teknologi yang sudah sepantasnya untuk dimanfaatkan untuk mencari serta memperlajari karya sastra yang menjadi landasan dalam melakukan kehidupan sosial kemasyarakatan. Dalam kesusatraan yang sudah di bagi menjadi dua yang kita ketahui secara seksama dan sudah dirasakan dalam kehidupan. Tetapi, dengan berkembangnya sebuah kesusatraan sudah sepantasnya diberikan sebuah pemaknaan yang sesuai dengan kesusastraan yang berkembang tersebut. Kesusatraan yang mudah untuk ditemukan dan dipelajari adalah kesusatraan modern. Kesusatraan modern yang dapat dibagi menjadi tiga adalah novel, cerpen, dan puisi. Dari ketiga tersebut, yang dapat diberikan sentuhan makna yang dalam adalah puisi. Puisi merupakan sebuah karya sastra yang memiliki sebuah makna yang tersimpan dibalik sebuah diksi yang tersirat dalam karya sastra tersebut.

Cite

CITATION STYLE

APA

I Gede Mardi Yasa. (2022). PUISI BALI WINDU KARYA I GUSTI NGURAH RAI ANTARA [ANALISIS SEMIOTIKA]. Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa Dan Sastra, 12(2), 69–75. https://doi.org/10.25078/kalangwan.v12i2.1795

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free