BAHASA PANTANG LARANG MASYARAKAT MELAYU DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRINSIP RELEVANS KOGNITIF DAN PRINSIP RELEVANS KOMUNIKATIF

  • Zamani N
  • Hassan H
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pantang larang merupakan satu bentuk bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat terdahulu sebagai suatu bentuk peraturan lisan yang harus diterima oleh masyarakat sebagai satu dogma dalam kehidupan seharian. Bahasa pantang larang ini terhasil daripada kepercayaan masyarakat dahulu kala berdasarkan pengamatannya terhadap alam sekitar dan kejadian alam yang bersifat ‘sebab dan akibat’. Jika bahasa pantang larang tersebut dilanggar, seseorang individu itu dikhuatiri akan menerima kecelakaan atau ditimpa perkara yang buruk. Kajian tentang penggunaan bahasa pantang larang sebelum ini tertumpu pada aspek fungsi ataupun tujuan penggunaan bahasa pantang larang dan penggunaan bahasa pantang larang sebagai gambaran kebijaksanaan minda dan akal budi orang Melayu. Namun, kajian tentang kenapa dan atas dasar apakah bahasa pantang larang tersebut dihasilkan dan digunakan dalam kalangan masyarakat Melayu nyata masih belum dikaji oleh mana-mana pengkaji.

Cite

CITATION STYLE

APA

Zamani, N. D., & Hassan, H. (2018). BAHASA PANTANG LARANG MASYARAKAT MELAYU DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRINSIP RELEVANS KOGNITIF DAN PRINSIP RELEVANS KOMUNIKATIF. Jurnal Pengajian Melayu, 29(1), 118–155. https://doi.org/10.22452/jomas.vol29no1.6

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free