Masalah infeksi Palpebra pada Lanjut Usia

  • Amalia H
  • Pratiwi M
  • Mustopa I
N/ACitations
Citations of this article
26Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Blefaritis adalah infeksi kelopak mata yang kejadiannya meningkat sejalan usia. Infeksi ini dapat menyebabkan blefaritis anterior dan posterior, dan disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan parasit. Bakteri yang paling sering menyebabkan blefaritis adalah Staphylococcus. Blefaritis yang tidak disebabkan oleh infeksi adalah blefaritis alergi.  Patofisilogi pada blefaritis anterior adalah terjadinya kolonisasi bakteri yang memicu respon inflamasi berlebihan, sedangkan pada blefaritis posterior terutama oleh penurunan dari kualitas kelenjar meibom yang menyebabkan dry eye dan menimbulkan gesekan pada konjungtiva dan kornea sehingga menimbulkan inflamasi. Gejala blefaritis adalah ketidaknyamanan pada permukaan kelopak seperti gatal, rasa panas, mengganjal, mata berair dan lain-lain. Faktor risiko infeksi ini anatara lain dermatitis seborrheic, acne rosasea, alergi kontak, diabetes melitus, iritasi bahan kimia, hygiene yang buruk, sosisal ekonomi rendah, kosmetik dan lanjut usia. Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan ofthalmologi yang dapat dilakukan oleh dokter umum atau dokter spesialis mata. Berdasarkan diagnosis selanjutnya diberikan tatalaksana agar tidak terjadi komplikasi. Tatalaksana yang dapat diberikan adalah menjaga hiegienitas kelopak mata, kompres hangat, tidak mengucek mata, pemberian antibiotika topical (pada blefaritis anterior) dan dapat ditambah antibiotika sistemik (Blefaritis posterior). Komplikasi yang dapat terjadi adalah ketidaknormalan bulu mata, malposisi pungtum lakrimal, malposisi kelopak mata, hordeolum berulang, keratitis, dry eye, keratopati, ulkus kornea dan kekeruhan kornea yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi penglihatan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Amalia, H., Pratiwi, M. Y. W., & Mustopa, I. T. I. (2024). Masalah infeksi Palpebra pada Lanjut Usia. Jurnal Biomedika Dan Kesehatan, 7(2), 133–137. https://doi.org/10.18051/jbiomedkes.2024.v7.133-137

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free