FILOSOFI HANACARAKA BAHASA JAWA SUATU KAJIAN ETNOLINGUISTIK

  • Dian Ikawati Susilo C
  • Indira D
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hanacaraka (baca: honocoroko) merupakan aksara yang digunakan oleh penutur Jawa. Hanacaraka dalam aksara Jawa juga memiliki kesamaan dengan aksara Sunda dan Bali. Pada penelitian ini, peneliti coba memaparkan aksara Jawa yang terdapat dalam hanacaraka dan memaparkan falsafah yang terdapat dalam aksara tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah padan; alat penentu bahasa, perekam dan pengawet bahasa (yaitu tulisan), dan orang yang menjadi mitra wicara. Proses dan makna dalam penelitian ini melihat adanya keterkaitan bahasa dengan budaya Jawa yang terdapat dalam masyarakat. Hasil yang akan disajikan dalam tulisan ini adalah hanacaraka dalam aksara Jawa dan falsafah yang terkandung dalam aksara tersebut. Hanya beberapa fitur tata bahasa yang dipilih yang mungkin berkorelasi dengan sesuatu di luar bahasa, sebagai contoh dalam keagamaan (kejawen), teks-teks yang mengarah kepada arah mistik dan juga falsafah hidup yang beredar di masyarakat Jawa.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dian Ikawati Susilo, C., & Indira, D. (2022). FILOSOFI HANACARAKA BAHASA JAWA SUATU KAJIAN ETNOLINGUISTIK. Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia, 30–34. https://doi.org/10.51817/kimli.vi.17

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free