Abstract
Pendekatan Arsitektur Organik Pada Perancangan Panti Asuhan Berbasis Kewirausahaan di Makassar Dalam masyarakat, peran panti asuhan tidak hanya menjadi tempat penampungan bagi anak yatim tetapi juga menjadi peti kehidupan sosial yang berorientasi pada tumbuh kembang anak asuhnya. Hubungan antara 1 anak asuh dan masyarakat tidak semata-mata seperti hubungan antara pemberi dan penerima manfaat, melainkan hubungan mutualistik tetapi tidak berarti mutualistik dalam hal materi. Masyarakat dapat menjadi donor dalam hal sosial apa pun. Panti Asuhan yang merupakan salah satu pundi-pundi kehidupan sosial dapat merangsang kesadaran masyarakat terkait pentingnya peran dan potensi anak di masa depan melalui pengelolaan panti asuhan yang berbasis kewirausahaan. Tujuan utama penerapan basis kewirausahaan tidak semata-mata untuk menghasilkan anak-anak yang ahli dalam transaksi ekonomi, melainkan untuk menanamkan sifat-sifat dasar wirausaha, seperti kejujuran, tanggung jawab, jiwa sosial, dan kemandirian. Arsitektur organik yang diterapkan sebagai pendekatan arsitektur bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ruang berdasarkan aspek fisik, sosial, dan terutama mental dengan menerapkan prinsip “Youthful & endless”. Arsitektur organik mendukung basis kewirausahaan dengan merancang bangunan yang berkelanjutan dan menarik dengan menerapkan prinsip “Musik hidup”. Perancangan tersebut juga menerapkan prinsip “Of The Hill” dengan merancang tata letak bangunan yang terpadu (tunggal) untuk permasalahan lahan tapak yang terbatas di Makassar..
Cite
CITATION STYLE
Baharuddin, I., Amin, B., & Rahim, R. (2023). Pendekatan Arsitektur Organik Pada Perancangan Panti Asuhan Berbasis Kewirausahaan Di Makassar. TIMPALAJA : Architecture Student Journals, 5(1), 11–20. https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a2
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.