Abstract
Penelitian ini membahas mengenai proses kontrol turn around time (TAT) pada proses pooling komponen pesawat regional. TAT adalah batasan waktu yang diberikan oleh vendor untuk melakukan pengembalian komponen pesawat yang dipinjam atau disewa. TAT yang diberikan oleh vendor selama 10 hari. Pada kenyataannya banyak sekali keterlambatan yang terjadi dalam pengembalian komponen, keterlambatan ini akan menimbulkan charge yang berdampak pada penambahan cost yang perlu dibayarkan ke vendor. Untuk itu dilakukan analisis penyebab terlewatinya TAT dengan studi kasus pesawat CRJ 1000 NextGen. Metode yang digunakan dalam analisis adalah diagram sebab akibat (cause and effect diagram) dan metode 5 why. Berdasarkan analisis dengan menggunakan diagram sebab akibat didapat penyebab masalah TAT pengembalian yang melewati batas ditemukan 4 penyebab utama yaitu: (1) kesalahan operator dalam menangani komponen, (2) penanganan komponen di bagian import-eksport, (3) kelengkapan berkas komponen dan jarak ke OSA dan (4) Alat bantu angkut masih terbatas. Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah perbaikan manajemen pengecekan dan pemberkasan dalam sistem, menghindari penundaan pengembalian komponen ke vendor, menambah alat angkut dan penerapan alur proses komponen pooling optimal 10 atau 14 hari.
Cite
CITATION STYLE
Susanto, N., & Azis, D. (2016). ANALISIS TURN AROUND TIME (TAT) PADA PROSES POOLING KOMPONEN PESAWAT: STUDI KASUS KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN KOMPONEN PESAWAT CRJ 1000 NEXTGEN DI PT. GAA. J@TI UNDIP : JURNAL TEKNIK INDUSTRI, 11(1). https://doi.org/10.12777/jati.11.1.21-26
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.