Abstract
Background: There are many studies explore the effectiveness and efficacy of yellow root, but while for phytochemical screening with decoction method and making of product has still little bit. Empirical yellow root is usually drunk in fresh condition, immediately after boiled, but cause of the bitter taste it needs to be covered by sweet taste and made product that can be last long. Options of honey for this research is intended to increase the taste of product that can be consumed in maintain health. Objective: This research is aimed to determine secondary metabolite content by decoction method, to make yellow root product and know the stability of yellow root product. Method: The yellow root research design used in this study is decoction method, tested the content of secondary metabolite, then added honey and tested organoleptis for 14 days. Conclusion: The results of phytochemical screening using decoction method showed that the yellow root extract contained alkaloids and saponins, and the stability test results showed more durable yellow wood extract plus honey.ABSTRAK Latar Belakang: Banyak penelitian menggali mengenai efektivitas dan khasiat kayu kuning, sementara untuk skrining fitokimia dengan metode dekoksi dan pembuatan sediaan belum banyak dilakukan. Kayu kuning secara empiris biasanya diminum dalam keadaan segar, segera setelah direbus, namum karena rasa yang pahit maka perlu ditutupi oleh rasa manis serta dibuat sediaan yang dapat bertahan lama. Pemilihan madu dalam penelitian dimaksudkan menambah cita rasa agar sediaan dapat dikonsumsi dalam upaya pemeliharan kesehatan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menentukan kandungan metabolit sekunder dengan metode dekoksi, membuat sediaan kayu kuning dan mengetahui stabilitas sediaankayu kuning. Metode: Kayu kuning diekstraksi dengan metode dekoksi, diuji kandungan metabolit sekundernya, kemudian ekstrak kayu kuning ditambah madu dan diuji organoleptisnya selama 14 hari. Simpulan: Hasil skrining fitokimia dengan metode dekoksi menunjukkan bahwa ekstrak kayu kuning mengandung alkaloid dan saponin, dan hasil uji stabilitas menunjukkan sediaan kayu kuning yang ditambah madu lebih tahan lama dibandingkan dengan sediaan kayu kuning yang tidak ditambahkan madu.
Cite
CITATION STYLE
Ratnasari, D., & Handayani, R. P. (2018). SKRINING FITOKIMIA DAN UJI STABILITAS SEDIAAN SIRUP KAYU KUNING (Arcangelisia flava) UNTUK MEMELIHARA KESEHATAN. Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik Dan Kesehatan), 2(1), 7–13. https://doi.org/10.51873/jhhs.v2i1.18
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.