Deteksi Awal Retinopati Hipertensi Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan pada Citra Fundus Mata

  • Vincentia V
  • Nurhasanah N
  • Sanubary I
N/ACitations
Citations of this article
53Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Identifikasi fundus mata abnormal (retinopati hipertensi) dari citra fundus mata manusia telah dilakukan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Data yang digunakan berupa citra fundus mata normal dan fundus mata abnormal. Pengolahan awal citra dilakukan dengan menyeragamkan ukuran citra fundus menjadi 256 x 256 piksel. Citra fundus yang semula Red Green Blue (RGB) diubah menjadi citra grayscale. Citra diolah menggunakan perataan kontras, filter, penghapusan background, segmentasi dan masking untuk mendapat citra pembuluh darah.Citra diekstraksi dengan menghitung ciri statistik menggunakan grey level co-occurence matrix (GLCM) 4 arah yaitu 0o, 45o,90o, dan 135o pada jarak spasial 1. Ciri statistik yang dihitung yaitu energi, kontras, korelasi, dan homogenitas sebagai input pada JST. Data dari ekstraksi ciri diidentifikasi menggunakan jaringan syaraf tiruan propagasi balik dengan arsitektur jaringan [17 7 1] dan fungsi pelatihan traingdm. Hasil dari pelatihan jaringan menunjukkan Mean Square Error (MSE) sebesar 0,00025 sementara pengujian jaringan menunjukkan nilai MSE sebesar 0,0464 dan akurasi 80%. Metode JST dapat digunakan untuk deteksi awal retinopati hipertensi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Vincentia, V., Nurhasanah, N., & Sanubary, I. (2019). Deteksi Awal Retinopati Hipertensi Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan pada Citra Fundus Mata. Jurnal Fisika, 9(1), 9–20. https://doi.org/10.15294/jf.v9i1.18508

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free