Abstract
Perang yang terjadi antara dua negara maupun lebih akan mengakibatkan terjadinya pengungsian secara besar guna mencari kehidupan yang lebih layak dan melarikan dari wilayah konflik. Negara-negara anggota Uni Eropa merupakan negara yang mau membuka perbatasan dan menerima pengungsi dari wilayah konflik terutama dari wilayah Timur Tengah. Jerman dengan kebijakan pintu terbuka yang dicetuskan pada masa kepemimpinan Angela Merkel meenrima banyak apresiasi dari banyak pihak. Akan tetapi dampak negative muncul dengan membeludaknya angka kriminalitas di Jerman dan hal ini membuat Jerman secara tidak langsung memikirkan keputusan mereka dalam menerima pengungsi. Artikel ini akan membahas problematika yang muncul dari penerimaan pengungsi bagi Jerman dan bagaimana identitas masyarakat Eropa memiliki peranan yang cukup penting.
Cite
CITATION STYLE
Lintang Wahyu Charisa Raharjo, Mike Natanael Norend Mandagie, Ariel Angelo Nanlohy, Jeremy Bryce Lim, & Aldilla Ranita Purba. (2023). IDENTITAS MASYARAKAT EROPA DALAM UNI EROPA DAN PROBLEMATIKA TERKAIT IMIGRAN NON EROPA. JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL, 2(1), 103–112. https://doi.org/10.55606/jhpis.v2i1.1025
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.