Abstract
Survei menunjukkan lebih dari dua pertiga perokok menggunakan rokok elektrik sebagai salah satu cara berhenti merokok. Bertentangan dengan klaim aman yang dipasarkan ke publik, rokok elektrik baru-baru ini dilaporkan menimbulkan penyakit terbaru yaitu E-Cigarette, or Vaping, Product Use Associated Lung injury (EVALI). Kasus EVALI pertama kali dilaporkan pada Agustus 2019 dan mencapai puncak pada September 2019. Hingga 21 Januari 2020, tercatat 2.711 pasien terkonfirmasi menderita EVALI di Amerika Serikat. Beberapa zat kimia yang terkandung pada rokok elektrik dicurigai menyebabkan EVALI, salah satunya adalah vitamin E asetat. Artikel ini bertujuan mengkaji literatur-literatur terbaru mengenai hubungan vitamin E asetat terhadap kejadian EVALI. Berdasarkan hasil kajian, sebagian besar pasien EVALI (>90% dari pasien EVALI yang diuji) terdeteksi adanya vitamin E asetat pada cairan bronchoalveolar lavage (BAL). Makrofag lipidladen juga terdeteksi pada tikus yang dipaparkan VEA aerosol, jenis makrofag yang selalu pada cairan BAL pasien EVALI. Berdasarkan beberapa bukti yang ditemukan, dapat disimpulkan bahwa vitamin E asetat memiliki hubungan yang erat dengan penyakit EVALI.
Cite
CITATION STYLE
Radhiah, P. (2020). STUDI LITERATUR : HUBUNGAN VITAMIN E ASETAT PADA ROKOK ELEKTRIK DENGAN KEJADIAN EVALI (E-Cigarette, or Vaping, Product Use Associated Lung injury). Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 7(4). https://doi.org/10.33024/jikk.v7i4.3207
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.