Abstract
Kurangnya edukasi dalam pengelolaan sampah menyebabkan sebagian besar jumlah sampah hanya menjadi timbunan di Tempat Pembungan Akhir (TPA). Sampah organik merupakan jenis sampah terbanyak yang dibuang di TPA. Jika sampah organik tidak dikelola dengan baik maka dapat menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan serta menjadi faktor risiko terjadinya pemanasan global dan ledakan di TPA. Hingga saat ini pengelolaan sampah baik sampah organik maupun sampah anorganik masih menjadi tantangan. Hal ini juga terjadi di RW 02 Kelurahan Air Putih. Masyarakat langsung membuang sampah rumah tangga tanpa memilah sampah berdasarkan jenisnya. Selain itu masyarakat juga belum mengetahui cara mengolah sampah organik menjadi barang yang bermanfaat seperti eco-enzyme beserta produk hasil olahan eco-enzyme yaitu cairan pembersih. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang cara pengolah sampah organik rumah tangga menjadi eco-enzyme dan sabun cair berbahan eco-enzyme. Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu rumah tangga di lingkungan RT 06, RT 07, dan RT 08, RW 02 Kelurahan Air Putih. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini ialah sosialisasi dan pelatihan cara membuat eco-enzyme dan sabun cair serbaguna. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme dan sabun cair serbaguna. Masyarakat juga antusias dan tertarik untuk membuat kembali produk tersebut di rumah masing-masing.
Cite
CITATION STYLE
Deviona, D., Chairul, C., Armaini, A., Yusnimar, Y., Arofi, H., Putri, A. H., … Wulandari, S. R. I. (2022). Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Kelurahan Air Putih Melalui Pembuatan Eco-Enzyme dari Sampah Organik sebagai Sabun Cair. Journal of Community Engagement Research for Sustainability, 2(6), 308–320. https://doi.org/10.31258/cers.2.6.308-320
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.