Silek Tari dalam Upacara Pernikahan Adat Melayu Rambah Hilir berbasis Kearifan Lokal

  • Prayogi R
  • Betria I
  • Rusmana F
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui nilai-nilai tradisi silek tari dalam upacara adat pernikahan suku melayu di rambah hilir kabupaten rokan hulu. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode etnografi. Sedangkan informan dalam penelitian ini ialah guru silek, pesilek, tokoh adat, tokoh agama tokoh masyarakat, pemuda, masyarakat, dan pemerintah kecamatan rambah hilir. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawaancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data mengunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi pertunjukan silek tari dalam upacara adat pernikahan rambah hilir dimulai ketika mempelai pria di antarkan menuju rumah mempelai wanita, setelah sampai di depan halaman rumah barulah ditampilkan silek tari, pertama sombah sepuluh jai, kedua gorakan silek meliputi gorakan olang bobego, borubah tobang bopulun, tupai bogoluik, tenju, tikam, dan diakhiri salam. Sedangkan alat musik yang ditampilkan mengiringi silek tari ialah godang borogong. Serta pakaian yang digunakan baju tolukbulango dengan warna hitam dan memakai selempang, ikat pinggang dan membawa pisau belati sebagai ciri khas masyarakat melayu.

Cite

CITATION STYLE

APA

Prayogi, R., Betria, I., & Rusmana, F. (2023). Silek Tari dalam Upacara Pernikahan Adat Melayu Rambah Hilir berbasis Kearifan Lokal. Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora, 3(2), 52–58. https://doi.org/10.56393/antropocene.v3i2.1636

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free