Abstract
Desa-desa sekitar Kaldera Gunung Batur terancam mengalami longsor bahan rombakan (Debris Flow) akibat erosi permukaan karena lereng yg tersusun oleh tanah vulkanik dan minim vegetasi. Penerapan Bioengineering banyak menggunakan dengan penanaman rumput, karena lebih efektif mengurasi erosi permukaan dibandingkan dengan pepohonan. Pengujian konsep bioengineering dilakukan di laboratorium dengan kemiringan lereng 45o dengan vegetasi rumput gajah (Pennisetum purpureum) didalamboxpengujian. Analisis reability dengan metode finite element menggunakan softwarePlaxis 3D versi 2.2. Analisis pada lereng dengan dan tanpa vegetasi, menggunakan metode reliabilitas orde pertama dan pemodelan root as pile approach. Penelitian menunjukkan selisih regangan bidang gelincir tanpa dan dengan vegetasi pada lereng sampai 0,1094 kN/m2 . Vegetasi pada lereng membuktikan efektifitas penurunan lereng dengan selisih perpindahan 0,00235 m. Faktor keamanan lereng dipertimbangkan tanpa vegetasi berdasarkan deterministic analysis adalah 0,80. Analisis numerik menunjukkan faktor keamanan dengan vegetasi rumput gajah diperoleh sebesar 0,83. Fase pertama tegangan akibat penambahan vegetasi mendapatkan selisih tegangan 0,01 kN/m2 antara tanpa vegetasi dengan penambahan vegetasi. Selisih tegangan akibat penambahan vegetasi yaitu 5,87 kN/m2 dan mendapatkan selisih waktu lebih panjang 28,16 hari dari pada tanpa vegetasi. Penambahan vegetasi rumput gajah pada lereng mendapatkan hasil memuaskan, karena mampu menaikkan angka aman lereng meskipun kecil.
Cite
CITATION STYLE
I Nengah Sinarta, Putu Aryastana, Kadek Windy Candrayana, & I Ketut Agung Sudewa. (2024). ANALISIS REABILITY PENGARUH VEGETASI RUMPUT GAJAH DENGAN METODE ELEMEN HINGGA PADA LERENG TANAH VULKANIK. Konferensi Nasional Teknik Sipil (KoNTekS), 1(6). https://doi.org/10.62603/konteks.v1i6.113
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.